PKL Kembangjoyo Ancam Boikot Bazar UMKM di Stadion Joyokusumo Pati, Ada Apa?

PATI, Lingkarjateng.id – Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-Alun Kembangjoyo mengancam boikot event Bazar UMKM yang rencananya digelar di Stadion Joyokusumo pada 27 Oktober sampai 5 November 2023.

Tuntutan tersebut berlaku jika Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati  tidak membatalkan wahana permainan yang sedianya akan digelar bersamaan Bazar UMKM tersebut.

Para PKL Kembangjoyo merasa keberatan dengan rencana event tersebut karena dinilai berpotensi mengurangi pengunjung di Alun-Alun Kembangjoyo.

“Kita ini ‘kan gusuran. PKL yang ditaruh di Kembangjoyo untuk diperhatikan bukan dibiarkan,” ujar Ketua PKL Kembangjoyo, Hendro Supriyanto, dalam audiensi bersama Dinporapar Pati pada Rabu, 18 Oktober 2023.

Sebenarnya, kata Hendro, PKL Kembangjoyo tidak mempermasalahkan Bazar UMKM tetapi untuk wahana permainan yang akan digelar bebarengan harus dibatalkan.

“Maka rapat kemarin banyak diprotes PKL. Kami hanya minta satu, meminta wahana di sana untuk dibatalkan. UMKM dijalankan tidak apa-apa, dengan musik apapun yang penting tidak ada wahana,” tegasnya.

Apabila tuntutan yang dilayangkan tidak menemukan titik terang, pihaknya mengancam akan memberhentikan acara Bazar UMKM secara paksa. Selain itu, pihaknya juga akan kembali berjualan lagi di Alun-Alun Simpang Lima Pati jika wahana permainan tetap digelar.

“Kami akan boikot kalau ada acara di Joyokusumo. Kami akan kembali lagi ke Simpang Lima Pati. Kami akan menghadapi perlawanan di sana, karena pemerintah tidak konsekuen dengan program kami,” ancamnya.

Hendro menceritakan, sampai saat ini hanya 35 pedagang saja yang mampu bertahan berjualan di Alun-Alun Kembangjoyo. Padahal, jumlah pedagang yang dulu direlokasi ke Alun-Alun Kembangjoyo sebanyak 492.

“Yang bertahan tidak ada 1 persen, cuma ada  35 pedagang. Padahal seharusnya ada 500 kurang delapan,” ucapnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Dinporapar Pati melalui Sekertaris, Endah Murwaningrum, berjanji akan mencari solusi yang terbaik. Ia juga akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Pati khususnya bagi PKL yang berjualan di Alun-Alun Kembangjoyo.

“Kami akan melakukan yang terbaik, nanti akan segera kami kumpulkan koordinasi antara Dinporapar, Disdagperin, Dinkop UMKM dan semua OPD terkait. Nanti sama-sama kita meningkatkan pendapatan PKL Kembangjoyo sebagai salah satu ikhtiar untuk mendongkrak perekonomian dari sektor wisata kuliner,” tuturnya.

Tak hanya itu, ia juga siap mengadakan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD), Penjabat (Pj)  Bupati beserta para pejabatnya untuk memakmurkan kawasan Alun-Alun Kembangjoyo.

“Kalau perlu kita audiensi dengan dewan. Kita maju ke Pak Pj Bupati dan Pak Sekda juga. Untuk beliau memberi usul untuk teman-teman PKL Kembangjoyo,” imbuhnya. (Lingkar Network | Setyo Nugroho – Koran Lingkar)