Begini Alur Pengantaran Obat Pasien RSUD Soewondo Kendal Melalui Shobat Simah

KENDAL, Lingkar.news – Pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soewondo Kendal tak perlu mengantre obat hingga berjam-jam di loket farmasi. Sistem Hantar Obat Pasien ke Rumah (Shobat Simah) mempermudah layanan farmasi kepada pasien dengan biaya pengantaran hanya Rp9.000.

RSUD Soewondo Kendal telah menjalin kerja sama dengan salah satu jasa pengantaran yakni JNE untuk melancarkan layanan Shobat Simah. Tarif Rp9.000 yang dikenakan berlaku untuk pengantaran di seluruh wilayah Kabupaten Kendal.

Kepala Bidang Pelayanan Penunjang RSUD Soewondo Kendal, dr. Tri Haryani Nur Liyana, menjelaskan bahwa saat di loket farmasi pasien akan diarahkan untuk mengambil antrena dan ditanya apakah akan menggunakan Shobat Simah atau tidak. Jika iya maka pada nomor antrean akan diberikan tanda.

Shobat Simah dan Siafar Raja Jadi Solusi Masalah Antrean Obat di RSUD Soewondo Kendal

Selanjutnya, pasien akan diarahkan ke petugas untuk mendapatkan edukasi terkait obat yang diresepkan tersebut.

“Edukasi tetap kita berikan, meskipun obatnya diantar. Nah, di sini pasien akan kita beri tahu obatnya apa saja, jumlahnya berapa, cara minumnya bagaimana, efek samping yang ditimbulkan,” jelasnya.

Kemudian, usai diberikan edukasi pasien langsung diarahkan ke loket JNE yang ada di ruang tunggu farmasi untuk untuk keperluan administrasi data, alamat, nomor telepon dan lain sebagainya. Selanjutnya setelah proses selesai obat langsung akan diantar ke alamat pasien.

“Kami informasikan tarifnya adalah Rp.9000, untuk seluruh area di Kabupaten Kendal. Di kecamatan manapun itu hanya Rp9.000. Setelah melakukan administrasi, pasien akan diberikan resi untuk mengecek keberadaan obatnya sampai mana. Dan setelah itu pasien bisa pulang, jadi tidak terlalu menunggu lama di situ,” terangnya.

Shobat Simah RSUD Soewondo Kendal Dapat Respon Positif Pasien

Lebih lanjut, petugas JNE akan mengambil obat ke farmasi dan langsung melakukan packing, untuk kemudian langsung dikirimkan ke alamat pasien.

“Jadi packing-nya itu langsung di sini, tidak di kantor pusat JNE dulu. Nah setelah itu langsung dikirim ke rumah pasien. Dan dari JNE ini menyediakan kurir sendiri, jadi tidak dijadikan satu dengan pengantaran barang yang lain,” bebernya.

Sementara itu petugas ekspedisi JNE, Silvia, menyampaikan untuk pendaftaran, pasien harus ke loket farmasi terlebih dahulu. Setelah mendapatkan kertas yang distempel oleh petugas farmasi, kemudian langsung ke gerai Shobat Simah untuk melakukan registrasi dan melengkapi data diri.

“Setelah itu pasien akan mendapatkan nomor resi yang berguna untuk mengecek barang udah sampai mana.Tarifnya untuk seluruh Kendal hanya Rp.9000,” pungkasnya. (Lingkar Network | Arvian Maulana – Koran Lingkar)