Geram, Warga Mojowarno Tagih Janji Bupati Perbaiki Jalan Rusak Kaliori-Rembang

REMBANG, Lingkarjateng.id –  Warga Desa Mojowarno geram karena jalan alternatif penghubung antar Desa Tambakagung , Mojowarno dan Dresi atau jalan Kaliori-Rembang, tak kunjung diperbaiki.

Akibatnya, warga yang kecewa tersebut mengelar aksi dengan memasangi spanduk bernarasikan protes di jalan alternatif yang rusak, pada Minggu, 10 Juni 2024.

Kepala Desa Mojowarno, Sumantom membenarkan bahwa warganya  kecewa terhadap janji Bupati  Rembang yang mengatakan akan membangun jalan alternatif kabupaten Kaliori- Rembang pada awal 2024.

“Warga ini malah banyak mengeluh ke saya mas. Niki kan dalane Kabupaten, kulo nggeh mpun ngajuke  ke Bupati, bahkan Bupati nggeh janji tahun 2024 awal meh didandani, lha kok tekan saiki durung didandani , nggeh warga inisiatif masang spanduk, minangka ngelingke janjine Pak Bupati,” ujarnya.

Maka, lanjut Sumanto, warga yang kesal merasa dibohongi oleh Bupati meluapkan kekecewaannya itu dengan cara menulis protes di spanduk yang dipasang di pinggir jalan yang rusak, dengan narasi sebagai berikut:

“Bupati jangan bohongi rakyat ,rakyat menagih janji bupati. “

Janji tersebut, bermula saat Bupati Rembang, menghadiri Musrenbangcam di Kecamatan Kaliori, dan disinggung terkait rusaknya jalan alternatif Kaliori-Rembang.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati pun berjanji akan membangun jalan tersebut pada tahun 2024. Namun hingga pertengahan tahun, dan menjelang Pilkada, hal tersebut tak kunjung terwujud.

Sumanto berharap agar jalan tersebut segera dibangun, karena jalan yang rusak tersebut telah menyebabkan banyak pengendara motor yang terjatuh. Bahkan truck garam sempat ada yang terguling karena jalan yang rusak tersebut. (Lingkar Network | Lingkarjateng.id)