Selamatkan Masyarakat dari Pinjol, Pj Wali Kota Salatiga Dorong Literasi Perbankan

SALATIGA, Lingkarjateng.id – Peningkatan literasi tidak hanya terbatas di bidang pendidikan saja. Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi menyebut literasi perbankan dan otoritas keuangan  tak kalah pentingnya mengingat semakin mudahnya akses jasa pinjaman keuangan dengan sistem daring.

Pj Wali Kota Sinoeng mengatakan bahwa literasi terkait perbankan dan otoritas keuangan akan memberikan edukasi bagi masyarakat umum agar tidak terjebak dalam rantai pinjaman online (pinjol). Pasalnya, tak sedikit masyarakat yang kena teror akibat pinjol.

“Informasi yang diberikan kepada mereka akan lebih mudah, lebih sederhana dan itu bisa diakses oleh semua orang,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat untuk Kesejahteraan di Kota Salatiga pada Senin, 3 Juli 2023.

Selain itu, Pj Wali Kota Sinoeng juga menilai kegiatan semacam ini dapat menjadi salah satu pendorong untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat Salatiga.

“Kegiatan ini sebagai pemicu dan pemacu upaya kita menjadikan literasi menjadi sebuah perilaku. Bukan sebuah kebutuhan tapi perilaku, bisa melekat dan bisa menjadi habit (kebiasaan) yakni membaca menjadi jendela dunia, ” terangnya. 

Pihaknya bersama Pemerintah Kota Salatiga komitmen berupaya untuk terus memberikan dorongan dan semangat meningkatkan literasi mulai dari tingkatan dasar pra sekolah baik PAUD maupun TK.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program pemerintah pusat dan perpustakaan nasional dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan menjadi gerakan nasional.

“Tugas kita untuk menghadirkan bahan bacaan baik cetak maupun digital kepada masyarakat. Mendorong masyarakat untuk menggali ilmu pengetahuan agar mereka memiliki kemampuan yang secara mandiri bisa menciptakan lapangan kerja, ” jelasnya. 

Tidak hanya itu, kegiatan dari Perputakaan Nasional ini selalu didampingkan dengan pameran dari transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial sehingga bisa merangkul semua kalangan masyarakat termasuk kelompok difabel. Penyandang difabel bisa membuat kopi, melukis, mengukir dan mempunyai ketrampilan. 

Diketahui, untuk meningkatkan literasi masyarakat di daerah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga juga melakukan terobosan untuk membangun budaya literasi masyarakat sejak dini melalui Literasi Dini Salatiga (SINISA) yakni perkembangan anak usia dini. Selain itu juga launching Cafe Hening yang dikelola Komunitas Sahabat Tuli Salatiga dan Pemakaian apron kepada pengelola Cafe Hening. (Lingkar Network | Unggul Priambodo – Koran Lingkar)