Bantu Atasi Dampak Kekeringan, PNM Salurkan 107 Tangki Air Bersih di Pati

PATI, Lingkarjateng.id – Bencana kekeringan di sebagian besar wilayah Pati mengakibatkan krisis air bersih di beberapa desa dan berdampak pada kesehatan masyarakat.

Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui cabang Pati sigap memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Kabupaten Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Kudus dan Jepara. Sebanyak 107 tangki air diberikan sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan untuk kebutuhan air bersih untuk minum dan memasak.

“Di 6 kabupaten ini ada lebih dari 349.752 nasabah binaan PNM yang terdampak kondisi kekeringan air. Tentunya juga akan berpengaruh kepada usaha yang sedang mereka jalankan. Semoga bantuan air bersih ini bisa membantu masyarakat dan usaha ibu-ibu semakin lancar. Jadi air bersih ini bukan hanya untuk nasabah tetapi juga untuk masyarakat luas,” papar Pemimpin Cabang PNM Pati, Leonardus Yosi Tyas Himawan belum lama ini.

Tangki air yang disalurkan oleh PNM memiliki kapasitas 4000-8000 liter per lokasi dan bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat desa yang membutuhkan air bersih. PNM berharap sarana dan prasarana ini bisa dimanfaatkan secara bijak.

“Melalui program Tanggung Jawab Sosial ini, PNM berharap semua warga bisa tetap menjaga nilai gotong-royong di masyarakat dan tetap bijak dalam menggunakan bantuan air ini untuk kebutuhan sehari-hari dan usaha ibu-ibu di sini tetap bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Salah satu warga yang juga merupakan nasabah PNM Mekaar Unit Pucakwangi yang merasakan manfaat dari air bersih tersebut adalah Prihandini. Menurutnya, sebelum ada bantuan dari PNM warga sempat kebingungan untuk mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Dengan adanya bantuan air bersih dari PNM Cabang Pati, warga di sini tidak lagi kebingungan untuk mendapatkan air untuk minum sehari hari,” kata Prihandini.

Sementara itu Kepala Sekretariat Perusahaan PNM L. Dodot Patria Ary menegaskan kegiatan PNM tidak hanya soal pembiayaan. Lebih jauh PNM juga berkontribusi pada pilar ekonomi melalui pemberian modal kerja dan berkontribusi pada pilar sosial dan lingkungan.

“PNM memberikan modal finansial, modal intelektual dan modal sosial kepada nasabah. Kepada masyarakat melalui kegiatan TJSL ini PNM berusaha memberi nilai tambah pada pilar sosial dan pilar lingkungan. Kegiatan seperti ini juga merupakan tanggung jawab kami untuk memberikan solusi atas masalah di masyarakat,” terang Dodot.

Dodot berharap pemberian bantuan sarana air bersih mampu memberi efek ganda bagi perusahaan juga masyarakat sekitar. Hal ini sebagai bentuk komitmen PNM untuk terus tumbuh dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat akar rumput. (Lingkar Network | Lingkarjateng.id)