Bulog Gelontor Jagung Murah untuk Peternak Pati, Ribuan Ton Disiapkan hingga Akhir Tahun

IMG 20260519 WA0044

PATI – Kabar baik untuk peternak unggas di Kabupaten Pati. Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah resmi menyalurkan jagung program Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) guna membantu menekan biaya produksi pakan ternak.Launching penyaluran jagung SPHP digelar di Gudang Bulog Bumirejo, Margorejo, Pati, Selasa (19/5/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Pemimpin Wilayah Bulog Jateng Sri Muniati, Pemimpin Cabang Bulog Pati Ashville Nusa Panata, Sekda Pati Teguh Widyatmoko, serta jajaran OPD terkait.Secara simbolis, jagung SPHP diserahkan kepada Koperasi Ternak Unggas Sumber Rezeki sebagai perwakilan penerima manfaat.

Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati mengatakan, Bulog menyiapkan total 36.723 ton jagung SPHP untuk empat wilayah kerja di Jawa Tengah. Khusus wilayah Bulog KC Pati yang meliputi Pati, Jepara, dan Blora, total alokasi mencapai 2.516 ton bagi 174 peternak.“Untuk Kabupaten Pati sendiri mendapat alokasi terbesar, yakni 1.984 ton untuk 152 peternak,” ujarnya.

Menurut Sri Muniati, program tersebut bertujuan membantu peternak ayam petelur memperoleh bahan baku pakan dengan harga lebih terjangkau. Apalagi selama ini harga jagung di pasaran relatif tinggi dan berdampak pada biaya produksi peternak.

Ia menambahkan, jagung yang disalurkan merupakan hasil serapan dari petani lokal, sehingga program tersebut juga ikut mendukung sektor pertanian di daerah.Sementara itu, Pemimpin Cabang Bulog Pati, Ashville Nusa Panata menjelaskan, harga tebus jagung SPHP di gudang Bulog sebesar Rp5.000 per kilogram untuk koperasi. Selanjutnya dijual kepada peternak terdaftar maksimal Rp5.500 per kilogram.

“Harga di pasaran sekarang bisa mencapai Rp6.300 sampai Rp6.600 per kilogram. Jadi peternak cukup terbantu dengan adanya program ini,” jelasnya.

Sekda Pati, Teguh Widyatmoko menyebut Kabupaten Pati memang memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil jagung, terutama di wilayah selatan seperti Sukolilo, Kayen, Tambakromo, dan Pucakwangi.

“Ini bukti kontribusi Bulog dalam merespons kebutuhan peternak sekaligus menjaga stabilitas pangan,” kata Teguh.

Melalui penyaluran jagung SPHP tersebut, pemerintah berharap kebutuhan pakan ternak tetap terpenuhi dengan harga stabil sehingga usaha peternak unggas rakyat dapat terus berjalan optimal. (*)