Musim Hujan, 2 Desa di Jepara Masih Butuh Droping Air Bersih

JEPARA, Lingkarjateng.id – Dua desa di Kabupaten Jepara masih dilanda kekeringan meskipun hujan sudah beberapa kali turun di wilayah setempat. Dua desa tersebut yakni Desa Tunahan dan Watuaji yang ada di Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara melalui Seksi Bagian Rehabilitasi dan Rekonstruksi Muh. Ali Wibowo mengatakan bahwa pada Jumat, 5 Januari 2024, petinggi Desa Tunahan mengirim surat kepada BPBD untuk dilakukan droping air di Desa Tunahan dan Watuaji.

Karena dana droping 2023 sudah ditutup, pihaknya lantas berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Jepara untuk melakukan droping air di dua desa tersebut.

“Hujan sudah turun namun sumber airnya belum ada. Untuk sumber dananya kemarin dari PMI, armada dan driver dari BPBD. Rencana ke depan kita akan lakukan droping seminggu sekali di Desa Watuaji dan Tunahan. Masing-masing droping dua tangki,” ujar Bowo sapaan akrabnya.

Ia memperkirakan masih terdapat 635 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kekeringan di dua desa tersebut.  

“Kemarin hari Sabtu 6 Januari 2024 kami droping 10.000 liter air bersih untuk 200 KK Desa Tunahan dan Watuaji 435 KK (1 dukuh),” jelasnya, Minggu, 7 Januari 2023.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Jepara Sutejo menyampaikan, dana yang diambil untuk droping air di Desa Tunahan dan Watuaji bersumber dari Bulan Dana PMI. Pihaknya pun mempersilakan desa-desa yang masih dilanda kekeringan dan membutuhkan air bersih untuk bersurat kepada PMI atau BPBD Jepara.

“Dananya dari kami, mobil dan driver dari BPBD. Jika ada desa yang masih membutuhkan droping air silakan bersurat kepada kami (PMI) atau BPBD. Sehingga kami bisa segera mengirimkan bantuan air bersih tersebut,” pintanya. (Lingkar Network | Tomi Budianto – Lingkarjateng.id)