Pemdes di Blora Diimbau Transparan Gunakan Dana Desa

BLORA, Lingkarjateng.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora mendorong pemerintah desa atau pemdes transparan dalam penggunaan dana desa (DD) dengan cara dipublikasikan sehingga masyarakat bisa turut memantau.

Kepala Dinas PMD Blora, Yayuk Windrati, menjelaskan bahwa semua desa yang sudah mendapat transfer dana desa tahun ini agar melakukan transparansi sesuai Permendes Nomor 7 Tahun 2023. Menurutnya, selama ini sudah berjalan dengan baik dan perlu berkesinambungan.

“Indikatornya di MCP KPK (sistem monitoring untuk mencegah korupsi), tahun ini penilaian di Blora sudah 100 persen, sudah baik,” ucapnya pada Jumat, 10 November 2023.

Yayuk mengatakan, capaian tersebut perlu dipertahankan. Salah satunya dengan mengedepankan transparansi penggunaan dana desa kepada masyarakat. Dia menyebut, rata-rata desa menggunakan media publikasi seperti banner untuk memaparkan penggunaan dana desa.

‘’Dengan menampilkan rincian DD maupun ADD yang didapat masing-masing desa,” ujarnya.

Selain menggunakan banner, Yayuk juga mendorong pemerintah desa untuk memanfaatkan situs web desa untuk publikasi penyerapan dana desa.

Pihaknya berharap, penggunaan dana desa sesuai prioritas kebutuhan desa, pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur.

Lebih lanjut, Yayuk mengatakan bahwa tahun 2023 ini terdapat lima desa yang mendapatkan transfer dana desa tertinggi dengan nilai mencapai Rp2 miliar.

Adapun kelima desa dengan transfer DD terbanyak yakni, Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan sebesar Rp2 miliar; Desa Tanggel, Kecamatan Randublatung Rp1,67 miliar; Desa Kutukan Rp1,66 miliar dan Desa Sumber, Kecamatan Kradenan Rp1,62 miliar; serta desa-desa di Kecamatan Kedungtuban Rp1,52 miliar.

Sementara itu, Kepala Bidang Penataan, Pengembangan dan Pengelolaan Keuangan Desa, Dinas PMD Blora, Suwiji, menyebutkan bahwa saat ini rata-rata desa sedang mengajukan pencairan dana desa tahap akhir.

“Terdapat lima desa dengan DD tertinggi dari semua desa. Saat ini rerata desa di Blora sedang mengajukan pencairan DD tahap tiga,” ujarnya. (Lingkar Network | Hanafi – Koran Lingkar)