Sudah Dilaporkan, Longsoran di Kedungjaran Blora Tak Kunjung Ditangani

BLORA, Lingkarjateng.id – Peristiwa longsor di Rt 1 RW 4 Dukuh Kedungjaran, Kelurahan Wulung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora akibat erosi Sungai Kedungjaran tak kunjung ditangani. Menanggapi hal tersebut, Kepala Kelurahan Wulung Tarmidi mengaku pihaknya sudah berupaya untuk mengusulkan penanggulangan longsoran di Kedungjaran, namun hingga kini belum ada tanda-tanda akan ditanggul.

“Kami sudah melaporkan ke BPBD Kabupaten Blora dan dinas terkait, tentang musibah longsor yang mengancam warga kami. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut,” kata Tarmidi pada Kamis, 13 April 2023.

Pihaknya bukan tanpa upaya dalam mencegah erosi tersbeut. Pada Desember 2022 dengan meminta bantuan bibit pohon keras kepada Dinas Kehutanan dan Perhutani, pihaknya bersama warga telah menanam 1.000 pohon di sekitar longsoran.

Rp 3,1 Miliar Digelontorkan untuk Tangani Longsor Blora

“Karena mungkin erosinya lebih besar, dan bibit belum mampu menjadi penahan, sehingga tanah kembali longsor,” paparnya.

Tarmidi juga mengaku, jika tahun ini dirinya tidak mendapatkan alokasi Dana Kelurahan (DK), sehingga belum mampu memberi solusi terbaik bagi warga yang terancam longsor akibat erosi sungai Kedungjaran.

“Kami juga kesulitan. Semoga longsoran bisa berhenti dan warga bisa tetap aman,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, nasib nahas dialami keluarga Mbah Yatman (70) warga RT 1 RW 4 Dukuh Kedungjaran, Kelurahan Wulung Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.

Rusak Rumah Warga, Pemkab Blora Kebut Penanganan Longsoran Sungai Lusi

Rumah yang sudah ia tempati 43 tahun itu, terancam ambrol akibat longsoran sungai Kedungjaran di belakang rumahnya.

Dari penuturan Yatman, rumahnya bukanlah satu-satunya. Sudah lebih dari 10 rumah yang pindah akibat longsor. Dia mengaku tetap bertahan, karena tak memiliki lahan untuk berpindah.

“Kami terpaksa bertahan disini, Mas. Tidak ada tempat untuk pindah. Biaya juga tidak ada,” ujarnya, pada  Selasa, 11 April 2023.

Diguyur Hujan Deras, Jalan Penghubung Antar Desa di Blora Longsor

Dia menjelaskan, rumah belakangnya sempat dipindah ke depan, di lahan yang masih kosong.

“Tadi malam, kamar mandi saya sudah longsor mas. Sedih rasanya,” ucapnya sambil memandangi sungai yang masih banjir.

Setiap malam, dirinya tidak bisa tidur nyenyak karena ketakutan akan terjadi longsor susulan.

“Jaraknya tinggal 1 meter dari dapur saya. Kamar mandi juga sudah longsor. Saya harus minta tolong siapa,” imbuhnya.

Menurutnya, pihak kelurahan dan kecamatan juga sempat mengecek ke lokasi beberapa waktu yang lalu, namun belum ada tindak lanjut hingga saat ini.

“Belum ada tanda-tanda akan ditangani, kami sedih, Mas,” pungkasnya. (Lingkar Network | Hanafi – Koran Lingkar)