Proyek Wisata Tak Kunjung Dibayar, Kontraktor Tagih Janji Kades Ketuwan Blora

BLORA, Lingkarjateng.id – Proyek pengerjaan Ketuwan Park hingga kini masih belum ada titik terang. Meski Inspektorat Kabupaten Blora beserta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) ikut turun tangan proyek masih belum dilanjutkan.

Pelaksana proyek, Jasmin, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa hingga Minggu, 11 Juni 2023 masih belum mendapatkan pembayaran atau pencairan dana yang semestinya sudah ia terima.

“Iya, saya belum menerima sampai sekarang dananya,” ujarnya, pada Minggu, 11 Juni 2023.

Pihaknya juga mempertanyakan keseriusan Kepala Desa Ketuwan dalam menyelesaikan pembayaran ini. Sebab Kades Ketuwan sempat menyatakan bahwa pembayaran akan dilakukan menggunakan hasil panen padi milik pribadi namun belum ada kepastian. Oleh sebab itu Jasmin menagih janji tersebut.

Kades Ketuwan Blora Akui Belum Bayar Kontraktor, Dijanjikan Usai Panen

“Katanya minggu depan, lha, ini sudah minggu depan. Mau kapan lagi?” ungkapnya.

Sebelumnya Jasmin mengaku terpaksa menghentikan pengerjaan proyek Ketuwan Park yang saat ini sudah 70 persen karena alasan seretnya pembayaran. Ia bersedia melanjutkan sisa 30 persen asalkan dana yang sudah dikeluarkan segera dibayar.

“Lha ini monggo, mau berlanjut apa tidak. Prinsipnya saya siap, asal pembayaran tidak ada masalah,” pungkasnya.

Terpisah, Kades Ketuwan Muhtar saat dikonfirmasi terkait pembayaran terhadap pelaksana proyek Ketuwan Park masih belum memberikan respons.

Dinas PMD Desak Kades Klarifikasi Anggaran Wisata Ketuwan Park Blora

Diberitakan sebelumnya, Muhtar beralasan dana untuk pengerjaan proyek wisata itu dialihkan untuk pembelian joglo. Dia juga mengaku bersedia menanggung konsekuensi dengan mengganti dana yang belum dibayarkan menggunakan hasil panen padi.

“Tinggal panen, hasilnya untuk bayar pelaksana Pak Jasmin,” ujarnya pada Selasa, 6 Juni 2023.

Muhtar menjelaskan pembelian joglo menggunakan Bantuan Kabupaten senilai Rp 270 juta yang akan didirikan di area waterboom Ketuwan Park. Dia berdalih pembelian joglo itu karena mendapat tawaran yang lebih murah dari harga biasanya.

“Pembayaran joglo akan dilakukan selama dua kali. Yang Rp 200 juta tahun ini, sisanya Rp 70 juta pada anggaran 2024. Dan saat ini uang yang sudah saya bayarkan sebesar Rp 177 juta kepada pemilik joglo. Masih ada kekurangan untuk menggenapi Rp 200 juta. Nanti bisa wawancara sama pemiliknya,” paparnya. (Lingkar Network | Hanafi – Koran Lingkar)