Pasca Kebakaran Pasar Ngawen, Pemkab Blora akan Ajukan Bantuan Pembangunan

BLORA, Lingkarjateng.id – Bupati Blora, Arief Rohman, usai meninjau kondisi pascakebakaran Pasar Ngawen meminta Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM untuk segera membuat surat pengajuan bantuan pembangunan pasar yang ditujukan kepada Kementerian Perdagangan.

Diketahui, kerugian akibat kebakaran Pasar Ngawen, Kecamatan Kabupaten Blora ditaksir mencapai Rp30,69 miliar.  Kebakaran yang berlangsung pada Selasa, 9 Januari 2024 itu menghanguskan 60 kios, 800 los, dan 150 lapak pedagang pelataran.

“Karena kebutuhan pembangunan pasar ini nilainya besar. Berdasarkan saran melalui sambungan video call, permohonan anggaran pembangunan pasar akan diajukan bersama ke Kementerian Perdagangan dan Kementerian PUPR. Mohon doanya nggih, semoga upaya kami diberikan kelancaran,” ujarnya, pada Rabu, 10 Januari 2024.

Kebakaran Pasar Ngawen Blora, 62 Kios hingga 744 Los Hangus

Sementara langkah jangka pendek pascakebakaran Pasar Ngawen, Bupati Arief menegaskan akan segera menggelar rapat dengan dinas dan perwakilan pedagang untuk membahas kemungkinan kemungkinan skema relokasi pedagang dan lainnya. Di samping itu, setelah proses penyelidikan  Polres Blora selesai, akan dilanjutkan pembersihan puing kebakaran.

“Termasuk ini kami undang beberapa perbankan untuk hadir. Tentunya banyak pedagang yang punya pinjaman kredit, sehingga kami minta ada skema khusus untuk membantu pedagang nasabah perbankan, tentunya kelak juga butuh bantuan modal untuk memulai usaha kembali. Kami ingin ada kemudahan untuk saudara saudara kita dari sisi perbankan, karena ini musibah,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Arief juga berdialog dengan perwakilan pedagang yang menjadi korban kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan kepada 30 pedagang sebagai bentuk keprihatinan. Bantuan berupa sembako dan sejumlah kebutuhan rumah tangga. Selebihnya akan diserahkan oleh dinas terkait kepada seluruh pedagang yang mengalami kerugian akibat kebakaran di Pasar Ngawen.

“Yang sabar nggih pak, buk, kami semuanya turut berduka dan prihatin atas musibah kebakaran ini. Pemerintah akan terus mendampingi agar pedagang bisa segera kembali berjualan,” ucapnya.  

Melalui Video Call, Bupati Arief Minta Camat Gotong Royong Atasi Kebakaran Pasar Ngawen

Sementara itu, Kepala Dindagkop UKM Blor Kiswoyo menyampaikan total kerugian akibat musibah kebakaran ini mencapai puluhan miliar.

“Taksiran kerugian akibat kebakaran Pasar Ngawen Blora sebesar Rp 30,69 miliar. Rinciannya nilai bangunan Rp 15,5 miliar, kerugian 60 pedagang kios Rp 608 juta, kerugian 800 pedagang los Rp 14,29 miliar, kerugian 150 pedagang dasaran Rp 300 juta,” kata Kiswoyo.

Ia menyebut, titik kebakaran di Blok A s/d Blok X dan Blok Z. Penyebab kebakaran untuk sementara diduga pedagang menyalakan lilin saat pemadaman listrik PLN, namun lupa dipadamkan ditinggal pulang. Untuk penyebab resmi masih menunggu hasil olah TKP yang masih dilakukan pihak kepolisian.

Sedangkan jumlah lapak dagangan yang terbakar, menurutnya sebanyak 800 lapak pedagang los, 150 lapak pedagang pelataran, dan 60 kios dinyatakan hangus.

“Adapun 71 kios terdampak rusak berat dan ringan. Hingga hari ini Damkar masih standby di lokasi pasar untuk memadamkan titik-titik api yang masih mengeluarkan asap,” jelasnya. (Lingkar Network | Hanafi – Koran Lingkar)