PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan kembali mempertegas komitmennya dalam menjaga kelestarian tradisi menerbangkan balon udara dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan masyarakat dan infrastruktur publik. Melalui kolaborasi strategis dengan PT PLN (Persero) dan AirNav Indonesia, Pemerintah Kota Pekalongan kini tengah mengintensifkan sosialisasi mengenai regulasi dan prosedur penerbangan balon udara yang tertib.
Langkah ini diambil sebagai respons atas risiko yang muncul dari tradisi balon udara tradisional yang selama ini sering diterbangkan secara bebas. Dalam berbagai rapat koordinasi, seluruh pemangku kepentingan diajak untuk beralih menggunakan metode balon udara yang ditambat (tethered), yang dinilai jauh lebih aman bagi jalur penerbangan maupun jaringan listrik.
General Manager UIT JBT, Handy Wihartady, mengungkapkan dukungan penuh PLN terhadap pelestarian budaya ini, namun ia juga menekankan risiko fatal jika balon diterbangkan secara liar.
“Kami sangat menghargai tradisi ini sebagai kekayaan budaya. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa balon udara yang terbang bebas dan tersangkut di jaringan transmisi adalah ancaman nyata. Sekali saja kerangka balon menyentuh kabel listrik, hal itu berpotensi memicu korsleting, pemadaman listrik yang meluas, hingga bahaya bagi nyawa warga di sekitar lokasi jatuhnya balon,” tegas Handy Wihartady.
Handy menambahkan bahwa PLN terus mengimbau agar masyarakat patuh pada aturan penggunaan tali tambat. Dengan sistem tethered, keindahan festival balon tetap dapat dinikmati masyarakat tanpa harus mengorbankan kestabilan pasokan listrik bagi ribuan pelanggan lainnya.
Selain melalui pertemuan formal dengan tokoh masyarakat, Pemerintah Kota Pekalongan juga menyasar generasi muda sebagai agen perubahan. Sebagai langkah preventif, program sosialisasi kini mulai masuk ke lingkungan sekolah.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak empat sekolah di Kota Pekalongan telah menjadi sasaran edukasi mengenai bahaya balon udara liar. Diharapkan, melalui penanaman pemahaman sejak dini, para siswa dapat menjadi pionir dalam menyampaikan pesan keselamatan ini kepada keluarga dan lingkungan tempat tinggal mereka.
Upaya mitigasi ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang kuat, Pemerintah Kota Pekalongan memfasilitasi regulasi dan koordinasi lapangan agar setiap kegiatan festival balon udara terjadwal, terpetakan, dan terpantau dengan baik.
Pemerintah Kota Pekalongan berharap masyarakat tidak lagi menerbangkan balon udara secara sembarangan di luar agenda festival resmi yang telah ditentukan. Dengan mematuhi prosedur yang benar, perayaan budaya ini diharapkan tetap menjadi daya tarik wisata sekaligus simbol kebanggaan Kota Pekalongan yang aman bagi seluruh warga dan pengguna ruang udara.
