Safari Politik ke Rembang, Kaesang Janji Urai Permasalahan Nelayan dan Petani Hutan

REMBANG, Lingkarjateng.id – Kompleks Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung menjadi lokasi Deklarasi Prabowo-Gibran calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) 2024 oleh Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) Rembang, Minggu, 17 Desember 2023.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep hadir sekaligus melakukan safari politik di Kabupaten Rembang. Kaesang tiba di lokasi pukul 12.22 WIB, via jalur darat menggunakan minibus dengan plat nomor H 1054 TD. 

Tampak ratusan nelayan yang berada di lokasi beramai-ramai menyambut kedatangan Kaesang beserta rombongan. Kaesang pun berusaha menenangkan warga yang berbondong-bondong menyambutnya.

“Bapak ibu, tenang dulu. Silakan duduk terlebih dahulu,” kata Kaesang menenangkan riuh warga nelayan Rembang.

Ketika dialog antara Kaesang dengan para nelayan berlangsung, beberapa perwakilan nelayan bergantian mengadu soal problematika sektor perikanan. Mulai dari keluhan tingginya penerimaan negara bukan pajak (PNBP), sulitnya proses perizinan, hingga masukan mengisi sosok menteri.

Salah satu yang mengadu adalah Ketua Asosiasi Nelayan JTB Bhaita Adiguna Kabupaten Rembang Lestari Priyanto. Ia meminta jika kelak pasangan Prabowo-Gibran terpilih menjadi presiden dan wakil presiden diharap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) diisi oleh sosok yang menguasai betul bidang kelautan dan perikanan.

“Besok apabila Pak Prabowo sama Mas Gibran dipercaya masyarakat Indonesia. Harapan kami menterinya harus dari orang yang betul-betul mengerti tentang perikanan dan kelautan,” kata Lestari Priyanto saat berdialog dengan Kesang.

Sementara itu, Sutik selaku perwakilan dari kalangan istri nelayan meminta agar kalangan nelayan khususnya di Rembang disejahterakan. Utamanya dalam hal kemudahan mendapat surat izin berlayar.

“Surat izin dipermudah, berlayar dipermudah, PNBP pajak kapal diturunkan. Yang penting masyarakat nelayan sejahtera makmur,” pintanya.

Usai dialog, Kaesang enggan berkomentar di hadapan para awak media. Begitu juga usai melayani warga yang ingin berfoto, putra bungsu Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo itu langsung masuk ke mobilnya dan meninggalkan lokasi.

Petani Hutan Curhat Keluh Kesah ke Kaesang

Di sisi lain, Petani Hutan Rembang ramai-ramai memenuhi Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini untuk Ngopi Bareng Mas Kaesang, Minggu, 17 Desember 2023. Dalam hal ini Kaesang Pangarep datang mendengarkan aspirasi masyarakat secara pribadi.

Dia mengaku datang tidak sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), namun secara pribadi ingin menemui rakyat yang selama ini mendukung Ayahnya Joko Widodo.

Dalam acara itu, Kaesang Pangarep didampingi istrinya Erina Gudono berdialog dengan petani. Para petani mengeluhkan beberapa problem yang dialami.

Salah satunya problem yang dialami petani bernama Umi. Dia mengeluhkan persoalan pupuk bersubsidi yang dalam distribusinya tidak merata. Kaesang pun menjawab bahwa hak petani atas pupuk harus terpenuhi.

“Kalau komunitas ada datanya komplit, KTP-nya semua ada, harus punya hak untuk pupuk subsidi,” ujar Kaesang.

Petani lainnya juga mempersoalkan akses jalan yang memprihatinkan. Petani juga mendesak pemerintah agar segera menerbitkan SK Perhutanan Sosial. Ada juga petani yang mengharapkan bantuan program agroforestry berupa bibit buah.

Kaesang menawarkan beberapa solusi, di antaranya kerja sama dengan pihak ketiga. Dia juga berupaya menyambungkan dengan pihak terkait untuk menjawab permasalahan para petani.

“Saya akan mengupayakan dengan dinas terkait, dengan pertanian, dengan LHK, ATR/BPN sehingga tidak ada konflik lain. Pokoknya kami mencoba pecahkan masalah itu satu per satu,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Semut Ireng Kabupaten Rembang Mia Rizky menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak ada kaitannya dengan partai ataupun capres-cawapres.

“Mas Kaesang murni turun ke masyarakat mendengarkan keluh kesah petani hutan Rembang. Ini kita bikin kegiatan santai, yaitu Ngopi Bareng Mas Kaesang,” kata Mia Rizky.

Sementara itu, Pembina Rejo Semut Ireng Harsono mengaku kegiatan ini mendadak, persiapan hanya dua hari. Pihaknya melakukan pengumpulan massa secara singkat dan ribuan massa memenuhi Taman Pantai Kartini.

“Acara memang mendadak. Kita mendengar Mas Kaesang turun ke Rembang. Dua hari ini kita melakukan koordinasi maka kita berangkatkan 1.500-an petani hutan,” bebernya.

Ia menyebut, acara Ngopi Bareng Mas Kaesang membahas tentang problematika yang dialami petani hutan. Di antaranya program Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) Perhutanan Sosial dan masalah pupuk. Termasuk Perpres 28 tahun 2023 tentang Perencanaan Terpadu Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial.

“Ada diskriminasi masyarakat petani hutan meskipun ada Perpres 28, tapi implementasi di lapangan penerjemahan pihak terkait tidak serius untuk memberikan pupuk bersubsidi kepada petani hutan. Petani masih merasa termarjinalkan,” keluh Harsono. (Lingkar Network | R Teguh Wibowo – Lingkarjateng.id)