TPID Salatiga Diminta Pantau Distribusi dan Harga Bahan Pokok Mulai Subuh

SALATIGA, Lingkarjateng.id – Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi meminta kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Salatiga untuk memantau distribusi dan perkembangan harga bahan pokok mulai Subuh.

Menurutnya, laporan terhadap pemantauan distribusi terhadap keterjangkauan harga, sudah tercatat dan ter-record dengan baik. Namun, ketercatatan dan pelaporan itu diharap tidak membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga lengah.

Pj Wali Kota Sinoeng mengatakan Pemkot Salatiga harus terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan kepala wilayah baik kecamatan, kelurahan bahkan RT/RW.

“Saya menginginkan tim TPID melakukan pengecekan harga dan pemantauan kebutuhan bahan pokok mulai waktu Subuh,” tegasnya saat memberikan arahan dalam Workshop Pengendalian Inflasi Daerah Salatiga, pada Selasa, 20 Juni 2023.

Jika pemantauan harga dilakukan pada pukul 09.00 WIB atau pukul 10.00 WIB di hari kerja, maka harus berani untuk melakukan pemantauan dan pengecekan lapangan pada saat pagi hari yakni waktu Subuh. Sebab kepadatan transaksi jual beli justru terjadi saat Subuh sedangkan aktivitas pasar sudah dimulai sejak jam 03.00 WIB.

Dengan demikian, menurut Pj Wali Kota Sinoeng, bisa dilihat secara riil distribusi ketersediaan dan ketercukupan bahan pokok. Pemantauan tersebut dirasa akan lebih komplit dibandingkan dilakukan pada pukul 08.00 WIB atau pukul 09.00 WIB. Karena, semua sudah beranjak dan hanya beberapa yang tinggal residu saja.

“Pemantauan lebih dini ini akan mempercepat dan melihat lebih detail terhadap kondisi yang ada di lapangan,” terangnya.

Kegiatan pengendalian inflasi daerah Salatiga yang telah dilakukan meliputi operasi pasar murah komoditas beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur.

Kemudian, memberikan subsidi kedelai, subsidi transportasi dan subsidi pakan ikan, memberikan bantuan bibit ternak dan pakan ternak serta melaksanakan gerakan menanam cabai. (Lingkar Network | Unggul Priambodo – Koran Lingkar)