Milad I Griya Harapan Pati Rangkai Kebahagiaan Bersama Anak-Anak Istimewa 

PATI, Lingkarjateng.id – Suara lantunan ayat-ayat suci Al-Quran terdengar di sepanjang jalan Kamboja RT 5 RW 3 Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Sekalipun dibaca dengan terbata, tidak merdu di telinga, tapi itulah hasil terbaik yang bisa dipersembahkan oleh anak-anak istimewa di Griya Harapan ABK Trangkil. 

Di Griya Harapan, anak-anak istimewa yang berjumlah hampir 80 anak itu diajari tauhid dan mengaji di sore hari. Selain pada pagi harinya mereka belajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang difasilitasi mobil antar-jemput secara gratis oleh Yayasan Dermaga Family Indonesia. 

“Kami ingin memudahkan anak-anak itu untuk mendapatkan fasilitas yang layak. Sehingga mereka bisa belajar tanpa hambatan,” tutur dokter Novy Oktaviana, yang merupakan founder Griya Harapan. 

Hasil didikan para relawan selama 1 tahun penuh, akhirnya membuahkan hasil yang signifikan. Sekalipun tak mudah untuk mengajarkan baca tulis Al-Quran pada anak-anak istimewa itu, akan tetapi bukan berarti mustahil. 

BAHAGIA: Perayaan Milad Pertama Griya Harapan bersama relawan dan anak-anak istimewa, di Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, kemarin. (Nailin RA/Lingkarjateng.id)

“Minimal kami ingin mereka bisa baca Al-Fatihah, supaya bisa mendoakan orang tuanya,” imbuh dokter spesialis kulit, kelamin dan estetika di RSUD Soewondo, RSU Fastabiq, dan Klinik Alzena itu. 

Puluhan anak-anak itu pun berhasil memancing derai air mata dari segenap tamu undangan yang hadir di Milad Pertama Griya Harapan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). 

Terlebih saat mereka yang mayoritas tunarungu, menyanyikan lagu “Aku Berhak Bahagia” di bawah instruksi guru-gurunya. Hampir semua tamu menitikkan air mata haru.

“Meskipun terlahir dalam keterbatasan, tetapi mereka berhak bahagia. Sayangi mereka, dukung mereka, mereka juga punya cita-cita. Dan jika kita sabar mendidik mereka, maka di balik keterbatasan itu mereka juga bisa berkarya,” tutur Ngatini, salah satu relawan pendidik ABK di Griya Harapan. 

Acara Milad tersebut semakin meriah dengan adanya kejutan Happy Anniversary ke-41 bagi dokter Novy, inisiator Griya Harapan. 

Saat ini, ia telah berhasil membangun dua Griya Harapan ABK. Selain di Trangkil, juga di Tayu. Total ada ratusan anak ABK yang diurus secara gratis. Dokter Novy Oktaviana tak membuka donasi berupa uang karena ia tak ingin anak-anak itu dieksploitasi untuk mendapatkan materi. 

Selanjutnya, dokter yang juga mengisi program SEHAT CANTIK di Lingkar TV ini bercita-cita bisa membuka 10 Griya Harapan ABK di Kabupaten Pati. 

“Banyak sekali anak-anak yang berkebutuhan khusus di kota tempat saya dilahirkan. Saya ingin merangkul mereka semua, agar mereka tetap punya harapan dan percaya diri menghadapi dunia,” ungkapnya tulus.

Meski baru perdana digelar, namun acara berlangsung meriah. Hal itu karena banyaknya cinta dan dukungan dari berbagai pihak. Di antaranya dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati dan Sahabat DIFA (Sahabat Difabel) yang memberikan support bagi teman-teman disabilitas yang membutuhkan bantuan. (Lingkar Network | Nailin RA – Koran Lingkar)