Hasil Survei ASI: Gen Z dan Gen Milenial Puas dengan Program MBG

WhatsApp Image 2026 09 06 at 53632 PM 2 1024x576 1

Jakarta, 6 September 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat respons positif dari kelompok usia muda. Hasil survei nasional Arus Survei Indonesia (ASI) menunjukkan, mayoritas responden dari kelompok Gen Z dan Milenial menyatakan puas terhadap pelaksanaan program MBG.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an, mengatakan berdasarkan hasil cross-tabulation atau tabulasi silang berdasarkan kelompok usia, tingkat kepuasan terhadap program MBG cukup terlihat pada kelompok generasi muda.

“Kalau kita lihat berdasarkan kelompok usia, Gen Z atau responden usia 17 sampai 23 tahun yang menyatakan puas terhadap program MBG mencapai 54,6 persen. Sementara pada kelompok Milenial, usia 24 sampai 39 tahun, tingkat kepuasannya berada di angka 50,4 persen,” ujar Ali dalam agenda rilis survei nasional bertema “Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Sofyan Hotel Cut Meutia, Menteng, Jakarta.

Menurut Ali, temuan tersebut menunjukkan bahwa pada kelompok usia muda yang menjadi bagian penting dari struktur demografi Indonesia, terdapat respons yang relatif positif terhadap keberadaan program MBG.

Baca Juga: Bukan Hanya Higienis, Dapur MBG Wajib Bersertifikasi Halal

“Ini menarik karena ketika kita lihat berdasarkan kelompok usia, tingkat kepuasan Gen Z mencapai 54,6 persen dan Milenial 50,4 persen. Artinya, pada dua kelompok generasi ini terdapat kecenderungan penilaian yang positif terhadap program MBG,” katanya.

Ali menilai, tingginya perhatian kelompok muda terhadap program tersebut tidak terlepas dari karakter MBG yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, khususnya terkait pemenuhan gizi dan kualitas sumber daya manusia.

Ia menambahkan, persepsi positif tersebut dapat menjadi modal bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG. Menurutnya, keberlanjutan program perlu dibarengi dengan evaluasi agar manfaat yang diterima masyarakat semakin optimal.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana pemerintah menjaga kualitas pelaksanaan program. Kepuasan publik harus menjadi masukan untuk terus memperbaiki program, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Survei nasional Arus Survei Indonesia tersebut merupakan bagian dari riset bertema “Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang dilaksanakan pada 23–29 Juli 2026 di 38 provinsi di Indonesia.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden, dengan metode penarikan sampel Multistage Random Sampling. Survei memiliki margin of error (MoE) ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (*)