Kematian Akibat DBD di Jepara Meningkat, Mayoritas dari Usia Anak-Anak

JEPARA, Lingkarjateng.id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jepara mengalami peningkatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat jumlah Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) 824 dengan rincian kasus 120, tersangka 689 dan meninggal 15 jiwa.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini Jepara, dr. Tri Iriantiwi melalui Ketua Bagian Hukum Pemasaran Pelaporan Agus Carda menjelaskan dengan adanya penambahan tingkat kasus DBD di Jepara, pihak RSUD menambahkan tempat tidur bagi pasien yang menghendaki rawat inap.

Jika biasanya tempat tidur pasien ada 386, sekarang ditambah menjadi 425 atau ada penambahan 39 tempat tidur.

“Kami mengatasi naiknya pasien rawat inap dengan menambahkan fasilitas tempat tidur,” terang Agus Carda.

12 Orang Meninggal akibat DBD di Jepara, Disdikpora Ajak Sekolah Terapkan PSN

Saat ini, kata Agus, ada 99 pasien DBD yang dirawat di RSUD Kartini. Mayoritas pasien DBD di Jepara adalah anak-anak dengan jumlah 68, dan 31 pasien DBD dari kalangan usia dewasa. Agus juga menyebutkan ada 9 kematian akibat DBD.

“Dari total pasien yang meninggal karena DBD, 7 diantaranya dari kalangan anak-anak dan 2 lainnya dari kalangan dewasa,” jelasnya.

Mengingat banyaknya jumlah pasien DBD di Jepara, pihaknya mengimbau kepada suluruh masyarakat untuk menerapkan metode pemberantasan sarang nyamuk dengan langkah 3M (menguras, menutup dan mengubur) untuk mencegah timbulnya DBD yang dipicu gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal untuk mengurangi kembang biak nyamuk penyebab DBD.

“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat umum terkait langkah-langkah pencegahan DBD melalui media rumah sakit,” imbuhnya. (Lingkar Network | Muhammad Aminudin – Lingkarjateng.id)