Gus Haiz Harap Terapkan Istiqomah Demi Keberlangsungan Desa Wisata di Jepara

JEPARA, Lingkarjateng.id – Desa wisata merupakan sebuah konsep pengembangan daerah yang menjadikan desa sebagai destinasi wisata. Pengelolaan seluruh daya tarik wisata yang tepat diharapkan dapat memberdayakan masyarakat desa itu sendiri.

Sesuai dengan prinsip utama dalam desa wisata yaitu desa membangun. Prinsip ini berfokus terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha produktif sesuai dengan potensi dan sumber daya lokal. 

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Jepara Haizul Ma’arif dalam Dialog Interaktif di Radio Kartini dengan tema ‘Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Jepara’, belum lama ini.

Gus Haiz Tekankan Pentingnya Peran Pokdarwis Kembangkan Pariwisata di Jepara

“Di Jepara ini saya melihat banyak para kepala desa yang sudah menangkap sinyal-sinyal itu. Di mana mereka ingin menjadikan desa wisata ini sebagai sumber yang utama dalam hal peningkatan perekonomian desa dan anggaran Pemkab Jepara untuk peningkatan desa-desa wisata juga cukup besar. Dalam tahun ini juga beberapa dianggarkan dalam rangka untuk mendongkrak beberapa desa wisata yang ada,” ujar Gus Haiz sapaan lekatnya.

Ia menjelaskan, tujuan awal adanya desa wisata adalah untuk mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan di masyarakat desa sehingga menjadikan desa itu mandiri. Menurutnya, pembentukan desa wisata harus diiringi dengan pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

“Keistiqomahan dan keeksistensian ini penting untuk keberlangsungan desa wisata, tidak cukup satu dua tahun kita bisa memperoleh kemajuan desa wisata. Mungkin bisa puluhan tahun dan itu butuh kerja sama semua pihak termasuk Pokdarwis itu sendiri,” tuturnya.

Sejalan dengan tujuan itu, Gus Haiz juga berharap desa-desa yang belum menjadi desa wisata mulai membentuk Pokdarwis.

“Namun tidak semua desa dapat dijadikan desa wisata. Diperlukan tiga komponen untuk membangun sebuah desa wisata, yaitu memiliki potensi wisata, minat, dan kesiapan masyarakat terhadap pengembangan destinasi wisata setempat dan keunikan konsep desa wisata,” imbuhnya. (Lingkar Network | Tomi Budianto – Koran Lingkar)