HKG PKK Tingkat Kecamatan Mayong, Pj Bupati Jepara Tekankan Penurunan Angka Stunting

Pj Bupati Jepara Edy Supriyatna bersama rombongan berfoto dengan Camat Mayong dan Petinggi Desa se-Kecamatan Mayong, Selasa 21 Mei 2024. (Muhammad Aminudin/Lingkar.news)

JEPARA, Lingkar.news – Perencanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-52 tingkat Kecamatan Mayong tahun 2024 resmi dibuka. Acara dilaksanakan di Balai Desa (Baldes) Tigajuru, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Selasa 21 Mei 2024.

Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyatna menyampaikan ribuan terima kasih atas undangannya, serta apresiasi yang sangat luar biasa untuk pelaksanaan BBGRM ini. Ia mengaku bahwa memang budaya gotong royong tumbuh dari desa dan adanya pondasi swadaya masyarakat dalam pembangunan desa tersebut.

“Selain swadaya membangun desa, kami minta semangat gotong royong juga ditunjukkan dalam bentuk merawat hasil-hasil pembangunan awet serta bisa bermanfaat dalam jangka waktu yang lama,” kata Edy saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.

Ia menekankan terkait HKG PKK agar lebih serius dalam menekan angka stunting yang ada di Jepara. Tercatat per April 2024, masih ada 4.041 balita stunting atau sekitar 5,99 persen.

“Kami mohon PKK untuk memberi dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menangani kasus ini. Harus bisa zero stunting di Kabupaten Jepara,” tambahnya.

Meski saat ini angka stunting di Jepara menempati peringkat terbaik ke 3 se-Jawa Tengah dan pertama se-eks Karesidenan Pati. Ia mengingatkan untuk segenap elemen yang terlibat agar tidak terlena dan terus mengoptimalkan sumber daya untuk menekan prevalensi tersebut.

Sementara itu, Camat Mayong Umrotun menyampaikan bahwa kegiatan BBGRM Kecamatan Mayong meski diadakan di Desa Tigajuru, tetap melibatkan semua desa yang ada di kecamatan Mayong. Ia menyebutkan ada 18 desa se-Kecamatan Mayong yang terlibat dalam pencanangan BBGRM ini.

“Selain pembukaan BBGRM dan HKG, ada pameran stand khusus UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dari 18 desa di kecamatan Mayong. Dengan menampilkan makanan/produk khas dari masing-masing desa,” kata Umrotun.

Ia menegaskan bahwa tujuan diadakannya bazar UMKM ini untuk meningkatkan perekonomian desa itu sendiri. Terkait penanganan stunting, pihaknya akan menggerakkan pos pelayanan terpadu (Posyandu) di desa, agar bisa terealisasi bahwa kabupaten Jepara Zero Stunting.

Sebagai informasi, Pj Bupati Jepara Edy Supriyatna hadir bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kabupaten Jepara Arif Darmawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Arwin Noor. Turut hadir Camat Mayong Umrotun beserta para Petinggi Desa se-Kecamatan Mayong. (Lingkar Network | Muhammad Aminudin – Lingkar.news)