BATANG, KABARDARING – Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang dasar negara, tetapi juga mengingatkan seluruh elemen bangsa akan pentingnya nilai persatuan, gotong royong, dan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut tercermin dalam langkah nyata yang dilakukan PT PLN (Persero) melalui upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional agar tetap mampu melayani kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6), PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Purwokerto melaksanakan pekerjaan perbaikan hotspot pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Mandirancan–Pemalang #2 yang berlokasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemeliharaan preventif untuk menjaga keandalan sistem transmisi yang menjadi tulang punggung penyaluran energi listrik di sistem interkoneksi Jawa-Bali.
Hotspot merupakan kondisi meningkatnya temperatur pada titik tertentu di peralatan transmisi yang terdeteksi melalui inspeksi dan pemantauan kondisi aset. Apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kinerja peralatan dan meningkatkan risiko gangguan pada sistem penyaluran tenaga listrik.
Sejak pagi hari, tim pemeliharaan PLN bergerak secara terpadu untuk melaksanakan pekerjaan dengan mengutamakan aspek keselamatan kerja, ketepatan prosedur, dan kualitas pekerjaan. Kolaborasi antar personel di lapangan menjadi cerminan nyata semangat gotong royong yang selama ini menjadi salah satu nilai utama dalam budaya kerja PLN.
Manager PLN UPT Purwokerto, Ary Gemayel, menjelaskan bahwa pekerjaan perbaikan hotspot merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan aset transmisi dan memastikan sistem tetap beroperasi secara optimal.
“Hotspot menjadi indikator awal adanya peningkatan temperatur pada titik sambungan atau peralatan tertentu. Melalui inspeksi termografi dan evaluasi teknis yang kami lakukan secara berkala, potensi gangguan dapat teridentifikasi lebih cepat sehingga tindakan korektif dapat segera dilaksanakan. Langkah ini sangat penting untuk menjaga keandalan peralatan serta memastikan proses penyaluran daya pada jalur SUTET 500 kV Mandirancan–Pemalang #2 tetap berlangsung aman dan andal,” ujar Ary.
Ia menambahkan bahwa PLN terus memperkuat implementasi pemeliharaan berbasis kondisi (condition based maintenance) dengan memanfaatkan teknologi inspeksi modern, analisis kesehatan aset, serta tindak lanjut yang cepat dan terukur guna meminimalkan potensi gangguan pada jaringan transmisi.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT), Handy Wihartady, menegaskan bahwa keandalan sistem ketenagalistrikan merupakan hasil dari kolaborasi seluruh insan PLN yang bekerja dengan semangat pengabdian dan tanggung jawab yang tinggi.
“Hari Lahir Pancasila mengingatkan kita bahwa keberhasilan bangsa dibangun melalui semangat kebersamaan. Nilai itulah yang terus kami terapkan di PLN. Keandalan listrik yang dinikmati masyarakat hari ini merupakan hasil kerja kolektif insan PLN yang saling mendukung, bergerak dalam satu tujuan, dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Setiap pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan adalah bentuk nyata pengabdian untuk memastikan energi listrik tetap hadir mendukung kehidupan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional,“ kata Handy.
Menurutnya, tantangan menjaga keandalan sistem transmisi yang membentang di berbagai wilayah hanya dapat dijawab melalui kepemimpinan yang kuat, budaya keselamatan yang konsisten, serta kompetensi sumber daya manusia yang terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi.
Melalui perbaikan hotspot pada jalur SUTET Mandirancan–Pemalang #2 ini, PLN kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keandalan jaringan transmisi sebagai infrastruktur vital ketenagalistrikan nasional. Dengan sistem yang terpelihara secara optimal, PLN memastikan energi listrik dapat terus mengalir secara aman dan andal untuk mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta pertumbuhan dunia usaha dan industri.
Di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila, kerja keras para petugas di bawah bentangan jaringan transmisi menjadi simbol bahwa nilai gotong royong tidak hanya hidup dalam sejarah, tetapi juga hadir dalam setiap upaya menjaga terang bagi negeri. Dari Batang, semangat Pancasila diwujudkan melalui aksi nyata: menjaga keandalan listrik, menjaga kehidupan, dan menerangi Indonesia. (hms)
