PURWOKERTO – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Purwokerto bergerak sigap dalam mengamankan potensi gangguan kelistrikan akibat balon udara liar di wilayah Wonosobo selama perayaan Idul Fitri 1447 H. Kegiatan pengamanan ini dilaksanakan pada 20 hingga 29 Maret 2026 sebagai bagian dari masa siaga kelistrikan nasional, sekaligus mengantisipasi puncak pelaksanaan festival balon udara Wonosobo 2026 yang menjadi daya tarik utama masyarakat.
Tradisi penerbangan balon udara yang menjadi bagian dari perayaan masyarakat di Wonosobo, khususnya saat puncak festival, memiliki potensi risiko terhadap jaringan transmisi listrik tegangan tinggi. Balon udara yang dilengkapi material konduktif seperti kawat dapat tersangkut pada jaringan listrik dan menyebabkan gangguan sistem hingga pemadaman listrik yang berdampak luas.
Menjawab potensi tersebut, PLN UPT Purwokerto melakukan langkah-langkah preventif dan responsif melalui patroli intensif di jalur transmisi, pemantauan di titik-titik rawan, serta penempatan personel siaga di lokasi dengan aktivitas penerbangan balon udara yang tinggi, terutama saat puncak festival berlangsung. Selain itu, PLN juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan panitia festival untuk memastikan penerbangan balon udara dilakukan secara aman dan sesuai ketentuan.
Manager UPT Purwokerto, Ary Gemayel, menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan teknis dan operasional yang terukur guna menjaga stabilitas sistem transmisi.
“Selama periode siaga Idul Fitri hingga puncak festival balon udara di Wonosobo, kami meningkatkan intensitas patroli pada jalur transmisi, khususnya di titik-titik rawan. Tim kami disiagakan selama 24 jam untuk melakukan deteksi dini dan penanganan cepat apabila terdapat potensi gangguan. Kami juga menempatkan personel di sekitar lokasi festival untuk memastikan pengamanan berjalan optimal,” ujar Ary.
Ia menambahkan bahwa penguatan pengawasan di lapangan menjadi kunci dalam mencegah gangguan yang dapat berdampak pada sistem kelistrikan secara luas.
“Upaya ini kami lakukan tidak hanya untuk merespons potensi gangguan, tetapi juga untuk memastikan sistem transmisi tetap dalam kondisi andal selama momen Idul Fitri dan rangkaian festival,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager PLN UIT JBT, Handy Wihartady, menegaskan bahwa kesiapsiagaan PLN merupakan bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pada momen penting seperti Idul Fitri dan festival budaya.
“Idul Fitri dan puncak festival balon udara merupakan momen kebersamaan yang sangat dinantikan masyarakat. PLN hadir untuk memastikan bahwa kebahagiaan tersebut tetap terjaga melalui keandalan pasokan listrik. Ini adalah wujud kepemimpinan kami dalam memastikan pelayanan yang prima sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal secara aman,” ungkap Handy.
Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan jaringan listrik.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan infrastruktur kelistrikan dengan tidak menerbangkan balon udara secara liar atau tidak sesuai ketentuan. Kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan perayaan yang aman, nyaman, dan tetap terang,” lanjutnya.
Dengan pelaksanaan pengamanan secara intensif selama periode 22–30 Maret 2026, termasuk saat puncak festival balon udara Wonosobo, PLN UIT JBT optimistis keandalan sistem transmisi listrik dapat terjaga dengan baik. Upaya ini diharapkan mampu menghadirkan perayaan Idul Fitri yang penuh makna, aman, dan tanpa gangguan kelistrikan bagi seluruh masyarakat.
