Sampah Terlanjur Overload, Pj Bupati Kudus Baru Hendak Pinjam Alat Berat PUPR

KUDUS, Lingkarjateng.id – Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo di Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus banyak dikeluhkan masyarakat karena dinilai sudah overload dan tidak mampu lagi menampung sampah.

Menanggapi permasalahan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Kudus M. Hasan Chabibie tak memungkiri bahwa alat berat untuk penanganan sampah di TPA Tanjungrejo butuh peremajaan.

“Yang hari ini paling mendesak adalah alat-alat yang memang sudah tua sehingga tidak maksimal dalam melakukan pekerjaan. Maka di Perubahan 2024 ini nanti, salah satu yang mendasari untuk kita request adalah alat baru. Supaya pengelolaan sampah yang melebihi kapasitas itu ditangani dengan baik,” ucapnya di Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat, 28 Juni 2024.

Untuk mengatasi sampah overload tersebut, pihaknya mengaku akan memanfaatkan teknologi serta menyusun rencana penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Dalam jangka pendek, kami berkoordinasi dengan Dinas PUPR karena mereka punya alat-alat yang diperlukan. Pinjem terus ‘kan ga bisa juga, masa setiap kali rusak, pinjam. Harus ada alat baru di titik itu. Kalau tidak begitu, ya selamanya ini akan berulang,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sampah merupakan masalah sistemik yang memerlukan pendekatan holistik dari hulu ke hilir.

“Sampah ini ‘kan persoalan sistemik, ya dari hulu ke hilir. Jadi tidak mungkin bisa diselesaikan dengan pendekatan parsial,” tuturnya.

Maka dari itu, pihaknya mendorong masyarakat dari unsur dari bawah untuk memiliki kesadaran mengelola sampah dan tidak hanya dibebankan kepada pemangku kepentingan saja.

“Proses pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga, kemudian pemilahan, hingga penanganan residu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo. Tentu hal semacam ini membutuhkan kolaborasi semua pihak,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Masan pada Selasa (25/6) meninjau TPA Tanjungrejo secara langsung dan menilai bahwa kondisinya sudah darurat ditambah alat berat yang saat ini tidak bisa bekerja maksimal lantaran sudah lapuk dimakan usia.

Ia pun menganggap Penjabat (Pj) Bupati Kudus M. Hasan Chabibie tidak becus mengkoordinir antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyelesaikan masalah ini.

“Saya yakin kalau tidak dilakukan penanganan lintas OPD, ya tidak akan pernah selesai karena saya melihat koordinasinya jelek. Saya melihat koordinasi antar-OPD tidak bisa. Jadi dalam pengelolaan sampah, lintas OPD harus dimaksimalkan. Kalau sudah mentok, pakai anggaran yang lain supaya ada solusi. Kalau menunggu-menunggu ya repot. Jadi perlu tindakan konkret sekarang,” ujarnya. (Lingkar Network | Mohammad Fahtur Rohman – Lingkarjateng.id)